SAPAAN PENGASUH


Selamat bertemu buat para pembaca dan pengunjung blog ini. Kiranya Tuhan kita Yesus Kristus, yang memanggil kita semua kepada kesempurnaan hidup dalam Bapa dan kekayaan rohani dalam KerajaanNya menganugerahkan kegembiraan dan kesuksesan dalam hidup, pelayanan dan keseharianmu.

Anda mengunjungi blog RETRET & REKOLEKSI PASTOR UDIK. Saya suka nama itu, bukan saja karena karya pastoral awal saya sebagai imam, saya lewati sambil mengunjungi berbagai kampung yang sering dicap udik alias kurang maju, tetapi juga karena mengingatkan saya, akan Yesus dari Nasareth, pastor dan gembala sejati yang para muridnya adalah orang-orang sederhana, udik dan marginal.

Apa ada persamaan di antara kita yang mengunjungi blog ini dengan para murid Yesus itu? Saya kira ada dan hal itu adalah kesediaan kita untuk duduk sambil mendengarkan DIA, sang Guru Rohani, Maestro Kehidupan yang tengah bersabda kepada kita.

Selamat menikmati sajian di blog sederhana ini. Selamat menarik diri dari keseharianmu dan menikmati detik-detik berharga berada sang Guru, Pastor dan Gembala dari udik, mulai dari Nasareth hingga ke kampung dan dusun udik pengalaman kita.

Kiranya Tuhan memberkati kita.

Ansel Meo SVD

Jumat, Juni 20, 2008

REFLEKSI TTG PANGGILAN DALAM KITAB SUCI (1)

1. Teks :

1.1. Yesus memanggil murid yang pertama ( 1:16-20)

16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebar jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 17 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." 18 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. 20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit, Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. 14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. 16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, Mrk 3:19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

2. Permenungan Untuk Panggilan Kita

2.1. Secara umum :

§ Penginjil Markus menampilkan Yesus sebagai seorang Guru. Hal ini bukan saja karena Yesus mengajarkan orang banyak serta para murid sebagai Guru, tetapi para murid dan para pemimpin agama memanggilNya demikian.
§ Dalam mengajarkan para murid, Yesus sering menggunakan perumpamaan. Dan kata-katanya didukung dengan perbuatan yang penuh kuasa (dlm berbagai mukjizatNya). Tetapi tujuan mukjizat ialah untuk mendukung pengajaranNya. Mukjizat tidak selamanya membawa orang kepada iman kepada Yesus.
§ Yesus tampil sebagai seorang pekerja tulen. Dia bukan seorang yang memiliki kekuatan magis.
§ Seperti para guru masa itu, Yesus memiliki juga para pengikut yang dekat denganNya, yang disebut sebagai Murid. Mereka ini sangat dekat dengan Yesus. Dan di antara mereka ada 12 Murid yang disebut sebagai Rasul, yang mengalami hubungan sangat intim dengan Sang Guru. Karenanya ke 12 Rasul ini menadi lambang Israel Baru yang dibentuk karena ajaran-ajaran Yesus.

2.2. Beberapa hal khusus tentang 12 Rasul :

§ Yesus memanggil masing-masing orang kepadanya dan memberikan pengajaran kepada mereka : Yesus memulai pelayanan di depan umum dengan pertama-tama mengundang orang-orang khusus untuk mengikuti Dia. Dan tanggapan para murid sebenarnya membuktikan betapa Dia yang memanggil memiliki otoritas dan kuasa yang membuat para murid tak ragu dan tak mau berlama-lama menanggapi panggilan itu. Tak seperti dalam Injil Lukas dan Yohanes, Simon dan Andreas di sini tak mengenal Yesus. Ini bermaksud untuk menunjukan pentingnya bereaksi cepat dan taat kepada panggilan itu. Maksud Markus tidak lain yakni untuk menyadarkan komunitas Kristiani yang dibentuknya untuk mentaati perintah dan pengajaran Yesus dengan berani dan dengan kerendahan hati.
§ Undangan Yesus untuk menjadi Penjala Manusia menunjuk pada arti panggilan para murid dan bagaimana cara mereka dibentuk oleh Yesus : Bila diperhatikan sungguh-sungguh undangan ini bukanlah satu-satunya terjadi dalam Injil ini. Yeremia pun pernah diminta untuk menjadi penjala manusia, yakni mencari orang-orang Israel yang bersalah untuk diadili (Yer. 16.16). Hanya saja di sini lebih positif. Sama sekali tak disinggung tentang pengadilan. Tetani para Rasul akan membawa orang yang mereka tangkap ke dalam Kerajaan Allah. Karena itu undangan untuk brada di belakang Yesus memiliki arti khusus di sini. Apa artinya? Di sini, para Rasul dipinta untuk menuruti cara Yesus ketika berurusan dengan orang. Jadi menjadi murid memungkinkan mereka untuk mempraktekan apa yang Yesus buat. Mereka sungguh dilatih oleh Yesus, sehingga ketika diutus mereka bisa memenangkan banyak orang bagi Kerajaan Allah (Bdk. Mk 3:14-15).
§ Arti penetapan ke12 Rasul : Para murid yang ditetapkan di sini berjumlah 12 melambangkan Israel baru, anak-anak Yakub yang baru. Tetani penting melihat di sini bahwa Yesuslah yang menetapkan ke 12 orang itu menadi Rasul. Ha lini bertentangan dengan kebiasaan para guru waktu itu, yang menerima murid, tetani Yesus memilihnya sendiri untuk diajarkanNya berbagai misteri tentang Kerajaan Allah.
§ Ke-12 Rasul dipanggil untuk selalu ‘berada bersama Yesus’: Pembentukan para murid Yesus terdiri dari melihat Dia, mendengarkanNya dan mengikuti contoh-contoh yang dibuatNya. Markus sungguh menekankan pentingnya ke 12 Rasul diantara berbagai kelompok para murid Yesus.
§ Tujuan panggilan bagi para murid itu ganda yakni mengajarkan orang dan mengusir roh-roh jahat : Yesus menunjukan dengan jelas bahwa misi para murid berwajah ganda. Mereka mengajar tetani pada saat yang sama mesti berhadapan dengan kekuatan – kekuatan jahat yang melawan ajaran Yesus. Karenanya mereka juga harus melenyapkan kekuatan jahat itu. Karena itu kemahiran mengajar saja tak cukup. Harus juga disertai dengan kekuatan mengusir setan. Mengapa ? Karena hidup para murid akan berhadapan langsung dengan relaitas ini.
§ Para murid akan dilengkapi dengan berbagai karunia demi efektivitas misi mereka : Dalam Markus 6 : 30 para rasul dimengerti sebagai ‘mereka yang diutus’. Dan bagi mereka inilah Yesus melengkapinya dengan berbagai karunia dan rahmat demi efektivitas karya misi mereka.

3. Refleksi Pribadi :

Bila pendidikan dan pembentukan religius pertama-tama adalah ‘berada bersama Yesus’ bagaimana anda menilai pembentukan dan pendidikan anda selama ini ?
Manakah karunia yang paling menonjol yang anda terima untuk dijadikan modal bagi misi anda?
@P. Ansel Meo SVD - Roma (2008)

Tidak ada komentar: